Jenis-Jenis Kerja Remote: Full Remote, Hybrid, WFA, Remote-First, dan Lainnya (2025)
Kerja remote semakin populer di Indonesia, terutama sejak banyak perusahaan global membuka kesempatan untuk talenta dari Asia. Namun, istilah-istilah seperti full remote, WFA, remote-first, hingga hybrid sering membuat pemula bingung.
Artikel ini akan menjelaskan semua model kerja remote secara sederhana, ringkas, dan relevan untuk konteks Indonesia.
Apa Itu Kerja Remote?
Kerja remote adalah model bekerja di mana karyawan tidak harus datang ke kantor fisik untuk menyelesaikan tugas. Namun, “kerja remote” itu sendiri memiliki beberapa variasi:
- Full remote → benar-benar bisa kerja dari mana pun
- WFA (Work From Anywhere) → versi paling fleksibel
- Remote-first → perusahaan dirancang untuk remote
- Remote-friendly → hanya sebagian tim yang remote
- Hybrid → kombinasi onsite + remote
- Contract remote → peran kontrak, freelance, atau project-based
Kenapa banyak istilah? Karena setiap perusahaan punya cara berbeda dalam mendefinisikan fleksibilitas kerja.
Full Remote (100% Kerja dari Mana Saja)
Full remote berarti kamu bisa bekerja dari mana pun tanpa harus datang ke kantor, bahkan sekali pun dalam setahun.
Ciri-Ciri Full Remote
- Lokasi bebas
- Tidak ada kewajiban ke kantor
- Komunikasi dominan via online
- Jam kerja biasanya fleksibel
Keuntungan
- Kebebasan lokasi
- Hemat waktu & biaya transport
- Cocok untuk digital nomad dan pekerja global
Kekurangan
- Tantangan komunikasi lintas timezone
- Bisa terasa isolatif kalau tidak disiplin
Cocok Untuk
- Pemula di bidang digital
- Developer, designer, marketer, writer
- Profesional yang ingin bekerja dari rumah atau traveling
Work From Anywhere (WFA)
WFA adalah versi paling fleksibel dari full remote.
Kamu bisa bekerja dari mana saja, termasuk dari luar negeri — selama kamu bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Perbedaan WFA vs Full Remote
| Full Remote | WFA |
|---|---|
| Lokasi bebas tapi kadang tetap ada aturan negara | Benar-benar bebas, lintas negara |
| Perusahaan punya sedikit batasan | Perusahaan membebaskan lokasi sepenuhnya |
| Fokus: fleksibilitas | Fokus: global talent |
Tantangan WFA
- Timezone ekstrem (US vs Asia)
- Masalah hukum/kontrak lintas negara
- Perlu disiplin waktu tinggi
Contoh Perusahaan WFA
- GitLab
- Remote.com
- Automattic
Remote-First Companies
Remote-first adalah perusahaan yang sejak awal dibangun untuk bekerja remote.
Artinya:
- Semua proses internal dirancang untuk online
- Komunikasi tertulis sangat kuat
- Meeting lebih sedikit
- Asynchronous culture
Remote-First vs Remote-Friendly
| Remote-First | Remote-Friendly |
|---|---|
| Semua orang bisa remote | Hanya sebagian tim |
| Budaya kerja benar-benar remote | Remote hanya fasilitas |
| Dokumentasi rapi | Kadang tidak terstruktur |
| Lebih nyaman untuk remote worker | Adaptasi lebih sulit |
Contoh
- Zapier
- Buffer
- GitLab
Remote-Friendly
Remote-friendly berarti perusahaan mengizinkan remote, tetapi hanya untuk role tertentu.
Ciri-Ciri Remote-Friendly
- Tim engineering boleh remote
- Marketing boleh remote
- Admin/operasional harus onsite
- Remote bukan default company culture
Risiko untuk Pekerja Indonesia
- Kadang hanya menerima kandidat dari Eropa/US time zone
- Job posting tidak selalu jelas mengenai fleksibilitas
Hybrid (50% Remote, 50% On-Site)
Model hybrid adalah kombinasi antara remote dan onsite.
Biasanya:
- 3 hari onsite, 2 hari remote
- 2 hari onsite, 3 hari remote
- Atau fleksibel berdasarkan kebutuhan tim
Kelebihan
- Tetap punya interaksi sosial
- Mudah koordinasi
- Cocok untuk pekerja baru yang butuh arahan
Kekurangan
- Masih sangat lokasi-dependent
- Tidak cocok untuk pekerja Indonesia yang ingin kerja untuk perusahaan luar negeri
Contract Remote / Freelance Remote
Model ini paling umum untuk pemula atau orang yang ingin membangun skill.
Contoh Role:
- Penulis
- Editor
- Designer
- Social media manager
- Developer freelance
- QA tester project-based
Keuntungan
- Jam kerja fleksibel
- Bisa ambil banyak project
- Potensi income lebih tinggi
Kekurangan
- Tidak ada benefit (BPJS, asuransi, cuti)
- Pendapatan tidak stabil
Model Kerja Remote Lainnya (Jarang Dibahas)
Async Remote
Bekerja tanpa meeting rutin, semua via dokumentasi tertulis.
Timezone Overlap
Harus ada minimal 3–5 jam overlap dengan jam kerja klien.
Remote Linked
Boleh remote, tapi harus tetap di satu negara (contoh: “Remote Indonesia only”).
Remote Regional
Perekrutan hanya untuk Asia, EMEA, atau Amerika Selatan.
Tabel Perbandingan Jenis-Jenis Kerja Remote (2025)
| Jenis | Lokasi | Jam Kerja | Fleksibilitas | Cocok Untuk | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| Full Remote | Bebas | Fleksibel | Tinggi | Semua level | Timezone kadang menantang |
| WFA | Global | Fleksibel | Sangat tinggi | Digital nomad | Perlu disiplin |
| Remote-First | Bebas | Variatif | Tinggi | Semua role | Culture sangat mendukung |
| Remote-Friendly | Partial | Variatif | Sedang | Role tertentu | Tidak selalu jelas |
| Hybrid | Onsite + Remote | Fixed | Rendah–sedang | Pemula | Butuh lokasi dekat kantor |
| Contract Remote | Bebas | Fleksibel | Tinggi | Skilled worker | Income fluktuatif |
Mana Model Kerja Remote yang Cocok untuk Pemula?
- Full remote → paling aman untuk pemula digital
- Remote-friendly → cocok kalau skillmu masih junior
- Hybrid → bagus untuk yang butuh mentoring
- WFA → cocok untuk yang sudah berpengalaman
- Contract remote → cocok untuk freelancer & side job
Tips memilih:
- Sesuaikan dengan kemampuan komunikasi
- Pertimbangkan timezone
- Pilih perusahaan dengan kultur remote yang jelas
- Perjelas ekspektasi pekerjaan sejak awal
FAQ
Apa perbedaan full remote dan WFA?
Full remote = lokasi bebas tapi kadang ada batas negara.
WFA = benar-benar bebas bekerja dari negara mana saja.
Apakah hybrid termasuk kerja remote?
Ya, hybrid adalah model kerja campuran: sebagian onsite, sebagian remote.
Apa itu remote-friendly?
Perusahaan remote-friendly hanya mengizinkan beberapa tim bekerja remote, bukan semuanya.
Kenapa perusahaan menentukan zona waktu?
Agar koordinasi real-time lebih mudah dan tidak membuat meeting berlangsung di jam tidak wajar.
Mana yang paling cocok untuk pemula?
Full remote dan hybrid adalah dua pilihan terbaik untuk pemula yang sedang adaptasi.
Kesimpulan
Model kerja remote sangat beragam, dan setiap jenis punya kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Dengan memahami perbedaannya, kamu bisa memilih model kerja yang paling cocok sesuai kebutuhan, gaya kerja, dan tahap kariermu.
Artikel ini adalah bagian dari seri “Dasar Kerja Remote”.
Ikuti artikel berikutnya untuk membangun pemahaman yang lebih dalam tentang dunia kerja remote modern.