panduan / kerja-remote

Belajar Kerja Remote Mulai Dari Mana? Panduan Lengkap untuk Pemula (2025)

KerjaRemote Team
27 November 2025
Belajar Kerja Remote Mulai Dari Mana? Panduan Lengkap untuk Pemula (2025)

Kerja remote kini menjadi salah satu jalur karier yang paling terbuka untuk semua orang—mulai dari mahasiswa, fresh graduate, ibu rumah tangga, sampai profesional berpengalaman. Namun ketika orang ingin mulai, pertanyaan yang selalu muncul adalah:

“Mulai dari mana?”
“Apa yang harus dipelajari dulu?”
“Tanpa pengalaman bisa nggak?”

Panduan ini akan membantu kamu memahami langkah demi langkah untuk memulai karier kerja remote, bahkan jika kamu benar-benar berasal dari nol. Kita akan kupas mulai dari memahami jenis kerja remote, memilih role yang realistis, membangun skill, menyusun portfolio, hingga teknik apply yang benar.


1. Memahami Apa Itu Kerja Remote (Fondasi Wajib)

Sebelum melangkah ke skill, portfolio, dan apply, kamu perlu memahami dulu bentuk kerja remote itu sendiri. Banyak pemula langsung belajar skill dulu, tapi bingung karena tidak tahu sebenarnya kerja remote itu seperti apa bentuknya.

Apa Bedanya Full Remote, Hybrid, WFA, dan Remote-First?

Setiap perusahaan punya model kerja yang berbeda—dan ini sangat mempengaruhi:

Untuk penjelasan lengkap tentang setiap model, kamu bisa baca panduan berikut:
👉 Jenis-Jenis Kerja Remote: Full Remote, Hybrid, WFA, Remote-First (2025)

Kenapa Memahami Model Ini Penting?

Karena ini menentukan:

Banyak orang gagal apply bukan karena skill jelek, tapi tidak cocok dengan tipe kerja yang diminta perusahaan.

Role-Role yang Umumnya Ada di Dunia Remote

Agar kamu punya gambaran, inilah kategori besar role yang paling umum:

Di bagian berikutnya, kita akan bahas cara memilih role yang paling realistis untuk pemula.

2. Tentukan Role yang Paling Sesuai (Tanpa Pengalaman Pun Bisa)

Salah satu kesalahan terbesar pemula adalah langsung belajar skill tanpa tahu role apa yang ingin dituju.
Padahal memilih role sejak awal akan menghemat waktu, tenaga, dan mempercepat kamu diterima kerja.

3 Kategori Role Besar di Dunia Remote

Untuk mempermudah, kita bisa mengelompokkan pekerjaan remote ke dalam tiga kategori utama:

A. Operasional (Entry-Level Friendly)

Role ini sangat cocok untuk pemula karena tidak membutuhkan skill teknis tinggi. Contoh:

Kenapa realistis untuk pemula?
Karena fokusnya adalah komunikasi, ketelitian, dan manajemen tugas—skill yang bisa dipelajari cepat.


B. Kreatif

Butuh portfolio, tapi bisa dibuat walau belum pernah bekerja. Contoh:

Cocok untuk kamu yang suka membuat sesuatu.


C. Tech / Non-Tech Tech Jobs

Tidak semua tech job membutuhkan coding atau gelar IT. Contoh:

Keuntungan: gajinya lebih tinggi, peluang lebih besar.


Cara Menentukan Role yang Paling Cocok Buat Kamu

Gunakan prinsip sederhana ini:

  1. Kalau kamu suka komunikasi → Operasional.
  2. Kalau kamu suka bikin sesuatu → Kreatif.
  3. Kalau kamu suka problem-solving → Tech / Non-Tech Tech.

Kalau kamu masih bingung, coba jawab 3 pertanyaan ini:


Role Entry-Level yang Realistis Untuk Pemula

Berikut daftar role yang paling cepat dimasuki tanpa pengalaman:

Semua role ini bisa dimasuki dalam 30–90 hari persiapan jika kamu konsisten.

Di bagian berikutnya, kita masuk ke fondasi terpenting: skill apa yang harus kamu pelajari dulu.

3. Bangun Fondasi Skill (Belajar 2–3 Skill Dulu)

Setelah menentukan role, langkah berikutnya adalah membangun skill dasar.
Ingat: kamu tidak perlu jago dulu untuk mulai kerja remote. Yang penting adalah fokus dan konsisten.

Skill Apa yang Harus Dipelajari Pertama?

Kita bagi berdasarkan jenis role:

A. Operasional / Admin / VA

Belajar:

Skill ini murah, cepat dipelajari, dan langsung bisa dipakai dalam pekerjaan.


B. Kreatif (Writer, Designer, SMM)

Belajar:

Kamu tidak perlu alat mahal. Fokus pada fundamental, bukan tool premium.


C. Tech / Non-Tech Tech Roles

Belajar:

Tech role pemula tetap bisa masuk jika fokus pada non-coding skill dulu.


Hard Skill vs Soft Skill (Keduanya Penting)

Hard Skill

Ini yang akan masuk portfolio dan menunjukkan kemampuan teknis. Contohnya:

Soft Skill

Ini yang membuat kamu bertahan dan berkembang. Contohnya:

Perusahaan remote lebih peduli pada soft skill daripada gelar pendidikan.


Cara Belajar Skill Tanpa Kursus Mahal

Kamu tidak perlu ikut bootcamp jutaan. Coba tiga cara murah berikut:

  1. YouTube — free, cepat, ter-update
  2. Dokumentasi resmi tool — belajar dari sumbernya
  3. Mini project — buat contoh nyata untuk portfolio

Metode ini biasanya cukup sampai kamu dapat job remote pertama.


Tool Wajib Kuasai untuk Dunia Remote

Tidak peduli role kamu apa, tool berikut hampir selalu wajib:

Kuasai dasar semua, dalami yang relevan dengan role kamu.


Di bagian selanjutnya, kita masuk ke hal yang paling penting dalam proses rekrutmen: portfolio

4. Buat Portfolio Sederhana (Walau Belum Pernah Kerja)

Ini adalah bagian yang sering bikin pemula bingung.
Banyak yang berpikir:

“Aku belum pernah kerja, gimana bikin portfolio?”

Tenang—portfolio tidak harus berasal dari klien atau kantor.
Kamu bisa membuat sample project (proyek contoh) yang membuktikan skill kamu.

Kenapa Portfolio Penting?

Karena perusahaan remote lebih menilai bukti kemampuan daripada gelar atau pengalaman.

Mereka ingin tahu:

CV hanya menunjukkan klaim.
Portfolio menunjukkan bukti.


Portfolio Apa yang Cocok untuk Setiap Role?

Berikut contoh paling realistis:

A. Virtual Assistant / Admin

Buat 3 contoh:

Tambahkan screenshot + file Google Drive.


B. Content Writer / Copywriter

Buat 2–3 artikel contoh:

Publish di Notion atau blog pribadi.


C. Social Media Manager

Buat 1–2 campaign mockup:


D. Designer (Non-tech)

Buat 3 contoh:

Tidak perlu rumit — fokus pada visual yang rapi.


E. QA Tester / Project Coordinator

Buat sample:


Cara Membuat Sample Project yang Meyakinkan

Gunakan format:

  1. Judul Project
  2. Masalah yang ingin diselesaikan
  3. Output yang dihasilkan
  4. Screenshot / link file
  5. Penjelasan singkat (3–4 kalimat)

Ini cukup untuk dinilai oleh perekrut remote.


3 Template Portfolio yang Mudah Diikuti

Template 1 — Notion Portfolio
Paling cepat, modern, dan sering dipakai global.

Template 2 — Google Drive Folder
Untuk pemula total — simpel tapi efektif.

Template 3 — Website Sederhana (WordPress/Framer/Wix)
Jika ingin terlihat profesional.


Setelah portfolio siap, langkah selanjutnya adalah menyiapkan CV yang standar global dan ATS-friendly.

5. Siapkan CV & Profil Profesional (Standar Remote Global)

Setelah punya portfolio, langkah berikutnya adalah menyiapkan CV dan profil profesional yang sesuai dengan standar perusahaan remote—baik perusahaan Indonesia, Asia, maupun global.

CV kamu harus jelas, rapi, dan mudah dibaca ATS (Applicant Tracking System).

Apa yang Harus Ada Dalam CV Remote-Friendly?

Gunakan format sederhana:

  1. Headline / Title
    Contoh: Junior Virtual Assistant, Entry-Level Content Writer
    (Jangan pakai “Fresh Graduate” — pakai role yang kamu incar.)

  2. Summary (3–4 kalimat)
    Tulis apa yang kamu bisa, tools yang kamu kuasai, dan gaya kerja.
    Contoh:
    “Detail-oriented Virtual Assistant dengan pengalaman membuat SOP, mengelola dokumen, dan riset data. Terbiasa menggunakan Google Workspace, Notion, dan komunikasi asinkron.”

  3. Skills (Hard + Soft)
    Tuliskan tool + kemampuan utama sesuai role.

  4. Portfolio Link (WAJIB)
    Link ke Notion/Drive/Website.

  5. Experience (Jika Ada) / Project Samples (Jika Pemula)
    Fokus pada output, bukan jabatan.

  6. Tools
    Berikan daftar tools relevan yang kamu kuasai.

  7. Contact
    Email profesional (nama asli, bukan nama alay).


Kesalahan Fatal yang Sering Membuat CV Ditolak

Untuk remote global, foto tidak diperlukan kecuali diminta.


Optimalkan LinkedIn Kamu Supaya Cocok untuk Remote

LinkedIn adalah “landing page personal” kamu.

Hal yang harus kamu perbaiki:

LinkedIn yang bagus = peluang interview lebih besar.


Perlu Cover Letter?

Untuk remote global, cover letter itu opsional tapi sangat membantu jika:

Gunakan format singkat 2–3 paragraf:

  1. Kenapa kamu cocok
  2. Bukti skill
  3. Link portfolio

Setelah CV & profil siap, kita masuk ke langkah utama:
mulai apply di job board remote yang kredibel.

6. Mulai Apply di Platform Remote Work

Setelah role, skill, portfolio, dan CV siap, saatnya masuk ke tahap terpenting: mulai apply pekerjaan remote.
Banyak pemula berhenti di tahap belajar dan tidak pernah sampai ke tahap aplikasi — padahal peluang justru terbuka ketika kamu mulai mengirimkan lamaran.

Daftar Job Board Remote Terbaik (Indonesia + Global)

Berikut job board yang paling banyak membuka lowongan remote real, legal, dan bukan scam:

Global

Khusus Asia / Timezone-Friendly

Untuk Pemula / Entry-Level


Cara Membaca Job Posting Agar Tidak Tertipu

Selalu cek:

Rule dasar: Perusahaan yang sah tidak akan meminta uang untuk training/wawancara.


Strategi Apply yang Realistis untuk Pemula

Gunakan formula 20–2–1 per minggu:

Ini lebih realistis daripada hanya apply 3–5 pekerjaan dan berharap keajaiban.

Tips tambahan:


Teknik yang Sering Dipakai Remote Worker untuk Lolos Screening


Setelah mulai apply, langkah selanjutnya adalah memahami pola kerja orang remote: mindset, komunikasi, dan kebiasaan kerja.

FAQ

1. Apakah pemula bisa kerja remote?

Bisa. Bahkan banyak perusahaan mencari kandidat entry-level untuk role seperti admin, VA, social media assistant, atau customer support.

2. Apakah butuh portfolio kalau belum punya pengalaman?

Iya, tetapi cukup pakai sample project. Employer hanya ingin melihat kemampuan dasar kamu, bukan pengalaman panjang.

3. Berapa lama sampai bisa dapat kerja remote pertama?

Rata-rata 30–90 hari jika kamu:

4. Apakah kerja remote harus jago bahasa Inggris?

Tidak selalu. Banyak perusahaan Asia/Indonesia menerima kandidat dengan English pasif. Tapi untuk gaji global, English tetap membantu.

5. Apakah kerja remote bisa dari desa atau kota kecil?

Bisa. Yang penting koneksi stabil, ada laptop, dan kondisi kerja mendukung.

6. Apakah kerja remote pasti digaji dolar?

Tidak. Ada yang rupiah, ada yang dolar, tergantung perusahaan. Tujuan awal: masuk dulu, baru naik kelas.


Kesimpulan

Belajar kerja remote tidak serumit yang dibayangkan. Kuncinya adalah:

  1. Pahami dulu model kerja remote
    (full remote, hybrid, WFA, remote-first)

  2. Pilih role yang realistis untuk pemula

  3. Bangun 2–3 skill dasar yang sesuai role

  4. Buat portfolio sederhana
    (walau tanpa pengalaman)

  5. Siapkan CV dan profil profesional

  6. Mulai apply secara konsisten

Kerja remote bukan tentang siapa paling jago — tapi siapa paling konsisten dan paling cepat mulai.
Dengan mengikuti panduan ini, kamu sudah berada beberapa langkah di depan ribuan pencari kerja lainnya.

Saatnya mulai perjalanan remote kamu sendiri.
Kerja remote bukan sekadar tren — ini cara kerja masa depan.

Siap untuk Memulai Karir Remote?

Dapatkan akses ke tools, template, dan panduan eksklusif untuk mempercepat perjalanan karir remote Anda dengan Remote Kits.

```