Kerja remote kini menjadi salah satu jalur karier yang paling terbuka untuk semua orang—mulai dari mahasiswa, fresh graduate, ibu rumah tangga, sampai profesional berpengalaman. Namun ketika orang ingin mulai, pertanyaan yang selalu muncul adalah:
“Mulai dari mana?”
“Apa yang harus dipelajari dulu?”
“Tanpa pengalaman bisa nggak?”
Panduan ini akan membantu kamu memahami langkah demi langkah untuk memulai karier kerja remote, bahkan jika kamu benar-benar berasal dari nol. Kita akan kupas mulai dari memahami jenis kerja remote, memilih role yang realistis, membangun skill, menyusun portfolio, hingga teknik apply yang benar.
1. Memahami Apa Itu Kerja Remote (Fondasi Wajib)
Sebelum melangkah ke skill, portfolio, dan apply, kamu perlu memahami dulu bentuk kerja remote itu sendiri. Banyak pemula langsung belajar skill dulu, tapi bingung karena tidak tahu sebenarnya kerja remote itu seperti apa bentuknya.
Apa Bedanya Full Remote, Hybrid, WFA, dan Remote-First?
Setiap perusahaan punya model kerja yang berbeda—dan ini sangat mempengaruhi:
- jam kerja
- fleksibilitas lokasi
- budaya perusahaan
- ekspektasi komunikasi
- peluang masuk bagi pemula
Untuk penjelasan lengkap tentang setiap model, kamu bisa baca panduan berikut:
👉 Jenis-Jenis Kerja Remote: Full Remote, Hybrid, WFA, Remote-First (2025)
Kenapa Memahami Model Ini Penting?
Karena ini menentukan:
- role apa yang cocok untuk kamu
- apakah kamu cocok dengan asinkron atau sinkron
- apakah kamu harus bisa bahasa Inggris aktif
- apakah kamu harus punya jam kerja fleksibel
Banyak orang gagal apply bukan karena skill jelek, tapi tidak cocok dengan tipe kerja yang diminta perusahaan.
Role-Role yang Umumnya Ada di Dunia Remote
Agar kamu punya gambaran, inilah kategori besar role yang paling umum:
- Operasional: admin, virtual assistant, customer support
- Kreatif: social media manager, content writer, designer
- Tech/non-tech: QA tester, project coordinator, data entry, PM junior
Di bagian berikutnya, kita akan bahas cara memilih role yang paling realistis untuk pemula.
2. Tentukan Role yang Paling Sesuai (Tanpa Pengalaman Pun Bisa)
Salah satu kesalahan terbesar pemula adalah langsung belajar skill tanpa tahu role apa yang ingin dituju.
Padahal memilih role sejak awal akan menghemat waktu, tenaga, dan mempercepat kamu diterima kerja.
3 Kategori Role Besar di Dunia Remote
Untuk mempermudah, kita bisa mengelompokkan pekerjaan remote ke dalam tiga kategori utama:
A. Operasional (Entry-Level Friendly)
Role ini sangat cocok untuk pemula karena tidak membutuhkan skill teknis tinggi. Contoh:
- Virtual Assistant (VA)
- Customer Support / Chat Support
- Data Entry
- Admin E-commerce
- Research Assistant
Kenapa realistis untuk pemula?
Karena fokusnya adalah komunikasi, ketelitian, dan manajemen tugas—skill yang bisa dipelajari cepat.
B. Kreatif
Butuh portfolio, tapi bisa dibuat walau belum pernah bekerja. Contoh:
- Content Writer
- Copywriter
- Social Media Manager
- Video Editor
- Graphic Designer
Cocok untuk kamu yang suka membuat sesuatu.
C. Tech / Non-Tech Tech Jobs
Tidak semua tech job membutuhkan coding atau gelar IT. Contoh:
- QA Tester (non-code)
- Project Coordinator
- Product Researcher
- SEO Specialist (pemula)
- No-code Web Builder (Webflow, Framer, Wix)
Keuntungan: gajinya lebih tinggi, peluang lebih besar.
Cara Menentukan Role yang Paling Cocok Buat Kamu
Gunakan prinsip sederhana ini:
- Kalau kamu suka komunikasi → Operasional.
- Kalau kamu suka bikin sesuatu → Kreatif.
- Kalau kamu suka problem-solving → Tech / Non-Tech Tech.
Kalau kamu masih bingung, coba jawab 3 pertanyaan ini:
- Aktivitas apa yang tidak bikin kamu capek secara mental?
- Kamu lebih suka membantu orang, membuat sesuatu, atau menyelesaikan masalah?
- Kamu lebih nyaman kerja dengan aturan jelas atau eksplorasi bebas?
Role Entry-Level yang Realistis Untuk Pemula
Berikut daftar role yang paling cepat dimasuki tanpa pengalaman:
- Virtual Assistant — paling banyak dicari global
- Customer Support Chat/Email
- Junior Content Writer
- Data Entry Specialist
- Social Media Assistant
- QA Tester (non-coding)
Semua role ini bisa dimasuki dalam 30–90 hari persiapan jika kamu konsisten.
Di bagian berikutnya, kita masuk ke fondasi terpenting: skill apa yang harus kamu pelajari dulu.
3. Bangun Fondasi Skill (Belajar 2–3 Skill Dulu)
Setelah menentukan role, langkah berikutnya adalah membangun skill dasar.
Ingat: kamu tidak perlu jago dulu untuk mulai kerja remote. Yang penting adalah fokus dan konsisten.
Skill Apa yang Harus Dipelajari Pertama?
Kita bagi berdasarkan jenis role:
A. Operasional / Admin / VA
Belajar:
- Google Workspace (Docs, Sheets, Drive)
- Notion atau ClickUp
- Email management
- Basic customer support
- Calendar management
Skill ini murah, cepat dipelajari, dan langsung bisa dipakai dalam pekerjaan.
B. Kreatif (Writer, Designer, SMM)
Belajar:
- Content writing dasar
- Copywriting dasar
- Canva atau Figma
- Social media planning
- Editing ringan (CapCut, VN, Canva Video)
Kamu tidak perlu alat mahal. Fokus pada fundamental, bukan tool premium.
C. Tech / Non-Tech Tech Roles
Belajar:
- QA testing dasar (tanpa coding)
- Project management dasar
- Tools seperti Trello, Jira, Asana
- Microsoft/Google Sheets lanjutan
- Menggunakan AI untuk produktivitas
Tech role pemula tetap bisa masuk jika fokus pada non-coding skill dulu.
Hard Skill vs Soft Skill (Keduanya Penting)
Hard Skill
Ini yang akan masuk portfolio dan menunjukkan kemampuan teknis. Contohnya:
- copywriting
- spreadsheet
- design
- QA testing
- admin tools
Soft Skill
Ini yang membuat kamu bertahan dan berkembang. Contohnya:
- komunikasi
- problem solving
- detail-oriented
- time management
Perusahaan remote lebih peduli pada soft skill daripada gelar pendidikan.
Cara Belajar Skill Tanpa Kursus Mahal
Kamu tidak perlu ikut bootcamp jutaan. Coba tiga cara murah berikut:
- YouTube — free, cepat, ter-update
- Dokumentasi resmi tool — belajar dari sumbernya
- Mini project — buat contoh nyata untuk portfolio
Metode ini biasanya cukup sampai kamu dapat job remote pertama.
Tool Wajib Kuasai untuk Dunia Remote
Tidak peduli role kamu apa, tool berikut hampir selalu wajib:
- Google Docs, Sheets, Slides
- Notion atau ClickUp
- Slack / Discord
- Zoom / Google Meet
- Canva
- ChatGPT (optimasi kerja, bukan cheating)
Kuasai dasar semua, dalami yang relevan dengan role kamu.
Di bagian selanjutnya, kita masuk ke hal yang paling penting dalam proses rekrutmen: portfolio
4. Buat Portfolio Sederhana (Walau Belum Pernah Kerja)
Ini adalah bagian yang sering bikin pemula bingung.
Banyak yang berpikir:
“Aku belum pernah kerja, gimana bikin portfolio?”
Tenang—portfolio tidak harus berasal dari klien atau kantor.
Kamu bisa membuat sample project (proyek contoh) yang membuktikan skill kamu.
Kenapa Portfolio Penting?
Karena perusahaan remote lebih menilai bukti kemampuan daripada gelar atau pengalaman.
Mereka ingin tahu:
- apakah kamu bisa mengeksekusi tugas
- bagaimana gaya kerja kamu
- apakah kamu detail
- apakah kamu terorganisir
- apakah kamu komunikatif
CV hanya menunjukkan klaim.
Portfolio menunjukkan bukti.
Portfolio Apa yang Cocok untuk Setiap Role?
Berikut contoh paling realistis:
A. Virtual Assistant / Admin
Buat 3 contoh:
- contoh email profesional
- contoh spreadsheet sederhana (inventaris, daftar kontak, dll.)
- contoh SOP (Standard Operating Procedure) singkat
Tambahkan screenshot + file Google Drive.
B. Content Writer / Copywriter
Buat 2–3 artikel contoh:
- artikel blog 600–900 kata
- caption IG konsep kampanye
- landing page copy sederhana
Publish di Notion atau blog pribadi.
C. Social Media Manager
Buat 1–2 campaign mockup:
- kalender konten 7 hari
- 6–9 desain konten (Canva)
- analisis kompetitor sederhana
D. Designer (Non-tech)
Buat 3 contoh:
- poster
- carousel
- logo sederhana
Tidak perlu rumit — fokus pada visual yang rapi.
E. QA Tester / Project Coordinator
Buat sample:
- test case sederhana (pakai Google Sheets)
- bug report format profesional
- workflow diagram sederhana (pakai Whimsical)
Cara Membuat Sample Project yang Meyakinkan
Gunakan format:
- Judul Project
- Masalah yang ingin diselesaikan
- Output yang dihasilkan
- Screenshot / link file
- Penjelasan singkat (3–4 kalimat)
Ini cukup untuk dinilai oleh perekrut remote.
3 Template Portfolio yang Mudah Diikuti
Template 1 — Notion Portfolio
Paling cepat, modern, dan sering dipakai global.
Template 2 — Google Drive Folder
Untuk pemula total — simpel tapi efektif.
Template 3 — Website Sederhana (WordPress/Framer/Wix)
Jika ingin terlihat profesional.
Setelah portfolio siap, langkah selanjutnya adalah menyiapkan CV yang standar global dan ATS-friendly.
5. Siapkan CV & Profil Profesional (Standar Remote Global)
Setelah punya portfolio, langkah berikutnya adalah menyiapkan CV dan profil profesional yang sesuai dengan standar perusahaan remote—baik perusahaan Indonesia, Asia, maupun global.
CV kamu harus jelas, rapi, dan mudah dibaca ATS (Applicant Tracking System).
Apa yang Harus Ada Dalam CV Remote-Friendly?
Gunakan format sederhana:
-
Headline / Title
Contoh: Junior Virtual Assistant, Entry-Level Content Writer
(Jangan pakai “Fresh Graduate” — pakai role yang kamu incar.) -
Summary (3–4 kalimat)
Tulis apa yang kamu bisa, tools yang kamu kuasai, dan gaya kerja.
Contoh:
“Detail-oriented Virtual Assistant dengan pengalaman membuat SOP, mengelola dokumen, dan riset data. Terbiasa menggunakan Google Workspace, Notion, dan komunikasi asinkron.” -
Skills (Hard + Soft)
Tuliskan tool + kemampuan utama sesuai role. -
Portfolio Link (WAJIB)
Link ke Notion/Drive/Website. -
Experience (Jika Ada) / Project Samples (Jika Pemula)
Fokus pada output, bukan jabatan. -
Tools
Berikan daftar tools relevan yang kamu kuasai. -
Contact
Email profesional (nama asli, bukan nama alay).
Kesalahan Fatal yang Sering Membuat CV Ditolak
- CV lebih dari 2 halaman
- Desain terlalu ramai
- Bahasa Inggris buruk tapi dipaksakan
- Tidak ada link portfolio
- Menulis “fresh graduate, masih belajar, belum berpengalaman”
- Foto formal ala lamaran kerja Indonesia (tidak perlu!)
- Mencantumkan data sensitif (agama, tinggi badan, status)
Untuk remote global, foto tidak diperlukan kecuali diminta.
Optimalkan LinkedIn Kamu Supaya Cocok untuk Remote
LinkedIn adalah “landing page personal” kamu.
Hal yang harus kamu perbaiki:
- Headline = role yang kamu incar
- About = ringkasan pengalaman + skill
- Featured = portfolio kamu
- Experience = project atau freelance
- Skills section = tambahkan 8–12 skill relevan
LinkedIn yang bagus = peluang interview lebih besar.
Perlu Cover Letter?
Untuk remote global, cover letter itu opsional tapi sangat membantu jika:
- role sangat kompetitif
- kamu masih entry-level
- kamu ingin menonjolkan personality
Gunakan format singkat 2–3 paragraf:
- Kenapa kamu cocok
- Bukti skill
- Link portfolio
Setelah CV & profil siap, kita masuk ke langkah utama:
mulai apply di job board remote yang kredibel.
6. Mulai Apply di Platform Remote Work
Setelah role, skill, portfolio, dan CV siap, saatnya masuk ke tahap terpenting: mulai apply pekerjaan remote.
Banyak pemula berhenti di tahap belajar dan tidak pernah sampai ke tahap aplikasi — padahal peluang justru terbuka ketika kamu mulai mengirimkan lamaran.
Daftar Job Board Remote Terbaik (Indonesia + Global)
Berikut job board yang paling banyak membuka lowongan remote real, legal, dan bukan scam:
Global
- WeWorkRemotely.com — salah satu yang tertua dan paling kredibel
- RemoteOK.com — paling banyak variasi role
- FlexJobs.com — sangat aman (berbayar)
- JustRemote.co — curated listing
- WorkingNomads.com — banyak role tech & kreatif
- Remote.co — dari FlexJobs (kurasi bagus)
- LinkedIn — filter “Remote” & “Worldwide”
Khusus Asia / Timezone-Friendly
- JobStreet / SEEK Asia (dengan filter remote)
- Glints — lumayan banyak remote regional
- WWR Asia timezone section
- RemoteOK + filter GMT+7
Untuk Pemula / Entry-Level
- OnlineJobs.ph — meski banyak Filipina, HR global pakai
- Upwork (jika ingin freelance dulu)
- Fiverr (portfolio builder cepat)
Cara Membaca Job Posting Agar Tidak Tertipu
Selalu cek:
- apakah perusahaan mencantumkan website asli
- apakah email pakai domain perusahaan, bukan Gmail random
- apakah ada JD yang jelas, bukan cuma “office assistant needed ASAP”
- apakah ada gaji yang masuk akal
- apakah tidak meminta pembayaran di awal
Rule dasar: Perusahaan yang sah tidak akan meminta uang untuk training/wawancara.
Strategi Apply yang Realistis untuk Pemula
Gunakan formula 20–2–1 per minggu:
- Kirim 20 lamaran
- Dapat 2 interview
- Goal 1 lolos shortlisting
Ini lebih realistis daripada hanya apply 3–5 pekerjaan dan berharap keajaiban.
Tips tambahan:
- gunakan CV yang relevan, bukan satu CV untuk semua role
- kirim custom message singkat
- sertakan link portfolio di awal pesan
- apply cepat (role remote cepat penuh)
Teknik yang Sering Dipakai Remote Worker untuk Lolos Screening
- Apply dalam 5 jam pertama sejak job posted
- Gunakan resume ATS-friendly
- Pastikan headline role jelas
- Tulis pesan pembuka yang menunjukkan value, bukan “I’m interested”
- Tambah contoh project kecil terkait role
Setelah mulai apply, langkah selanjutnya adalah memahami pola kerja orang remote: mindset, komunikasi, dan kebiasaan kerja.
FAQ
1. Apakah pemula bisa kerja remote?
Bisa. Bahkan banyak perusahaan mencari kandidat entry-level untuk role seperti admin, VA, social media assistant, atau customer support.
2. Apakah butuh portfolio kalau belum punya pengalaman?
Iya, tetapi cukup pakai sample project. Employer hanya ingin melihat kemampuan dasar kamu, bukan pengalaman panjang.
3. Berapa lama sampai bisa dapat kerja remote pertama?
Rata-rata 30–90 hari jika kamu:
- belajar skill yang tepat
- punya portfolio sederhana
- apply secara konsisten
4. Apakah kerja remote harus jago bahasa Inggris?
Tidak selalu. Banyak perusahaan Asia/Indonesia menerima kandidat dengan English pasif. Tapi untuk gaji global, English tetap membantu.
5. Apakah kerja remote bisa dari desa atau kota kecil?
Bisa. Yang penting koneksi stabil, ada laptop, dan kondisi kerja mendukung.
6. Apakah kerja remote pasti digaji dolar?
Tidak. Ada yang rupiah, ada yang dolar, tergantung perusahaan. Tujuan awal: masuk dulu, baru naik kelas.
Kesimpulan
Belajar kerja remote tidak serumit yang dibayangkan. Kuncinya adalah:
-
Pahami dulu model kerja remote
(full remote, hybrid, WFA, remote-first) -
Pilih role yang realistis untuk pemula
-
Bangun 2–3 skill dasar yang sesuai role
-
Buat portfolio sederhana
(walau tanpa pengalaman) -
Siapkan CV dan profil profesional
-
Mulai apply secara konsisten
Kerja remote bukan tentang siapa paling jago — tapi siapa paling konsisten dan paling cepat mulai.
Dengan mengikuti panduan ini, kamu sudah berada beberapa langkah di depan ribuan pencari kerja lainnya.
Saatnya mulai perjalanan remote kamu sendiri.
Kerja remote bukan sekadar tren — ini cara kerja masa depan.